NOVEL · Indonesia
Sebelum pergi, Xu You dan Mo Yuan mencocokkan peta kedua lokasi di stasiun; awalnya ingin membuktikan bahwa perjalanan pulang pergi tidaklah sulit, tetapi mereka justru mendapati bahwa yang benar-benar langka adalah hari libur yang bisa digunakan dengan bebas. Mereka menghitung waktu dan biaya dengan jujur, tanpa menetapkan janji kunjungan rutin yang mustahil dipenuhi. Keduanya terlebih dahulu merencanakan satu pertemuan di mana masing-masing menempuh separuh perjalanan, untuk kemudian disesuaikan kembali berdasarkan pengalaman nyata di masa depan; pengaturan yang serbaterbatas ini mengurangi tekanan untuk harus tampak selalu optimis di saat berpisah.
Story preview · Full chapters are not available for this title yet.
NOVEL · Indonesia
Zhang Jiayin menjabat sebagai kapten polisi kriminal dan sering kali sibuk hingga larut malam menangani berkas-berkas kasus. Sebuah perselisihan rumah tangga membuatnya merenungkan kebersamaannya selama tiga tahun menika
Explore this story ↗NOVEL · Indonesia
Karya ini menggunakan karakter dan nama dunia yang sudah ada seperti Xiao Yan dan Benua Dou Qi, sembari menambahkan susunan waktu serta hubungan karakter yang baru. Dalam cuplikan saat ini, setelah melewati kurun waktu y
Explore this story ↗NOVEL · Indonesia
Su He mengundang Gu Yuan untuk berpartisipasi dalam dokumentasi visual bus terakhir; Gu Yuan meminta agar izin armada diperoleh terlebih dahulu dan penumpang diberi pilihan untuk menghindari kamera, sehingga ia merancang
Explore this story ↗NOVEL · Indonesia
He Chu mengundang Ning Chuan untuk meminjamkan kafenya bagi sebuah sesi berbagi kisah kegagalan; Ning Chuan khawatir acara tersebut akan menjadikan kesulitan orang lain sebagai tontonan, sehingga bersikeras untuk melihat
Explore this story ↗NOVEL · Indonesia
Xu Yin mengundang Tao Jing untuk merancang satu set vas bagi toko bunganya, namun Tao Jing mengusulkan untuk meminjam berbagai wadah terlebih dahulu guna diamati selama seminggu, sementara Xu Yin terburu-buru ingin menda
Explore this story ↗NOVEL · Indonesia
Narator bekerja sendirian di kota, tempat tinggalnya dipenuhi berkas, dan pada pagi hari ia hanya bisa mengandalkan kopi untuk menyegarkan diri. Nenek menelepon dengan antusias, mengatakan bahwa rumahnya sudah tersambung
Explore this story ↗