NOVEL · Indonesia
Kabut pagi belum menghilang, Xiaoyao menaiki perahu menyusuri Sungai Ming ke arah hulu, tiba di Jingzhou yang terkenal dengan bahan obat-obatannya. Ia berbincang dengan tukang perahu mengenai ladang herbal di sepanjang tepi sungai, lalu melangkah ke pasar pelabuhan yang dipadati para pedagang. Tanaman obat, kue-kue, serta para pelancong dari berbagai penjuru membuat perjalanan ini sejenak menyatu dalam kehidupan masyarakat biasa yang nyata; bab yang ada saat ini dimulai dari kedatangan di tempat baru tersebut, dan tidak semestinya menilai keseluruhan alur pengalaman hanya dari judulnya saja.
Story preview · Full chapters are not available for this title yet.
NOVEL · Indonesia
Shen Bingru bangun pagi untuk mencoba pakaian, mempersiapkan diri demi foto tata rias dan pemotretan promosi. Kondisinya tampak telah pulih, serta tindak-tanduknya kini jauh lebih percaya diri dibandingkan saat pertama k
Explore this story ↗NOVEL · Indonesia
Ye Qing menemani Mo Xu menyusuri kembali rute lama di taman pada waktu petang; pihak lain terus-menerus mendesak bertanya apakah ia menyesali kepergiannya di masa lalu, sehingga jalan santai yang semula damai perlahan be
Explore this story ↗NOVEL · Indonesia
Lu Xing telah mengakhiri kehidupan karier masa lalunya dan membangun hubungan baru. Gurunya, Fu Chenyun, tiba-tiba datang berkunjung dan memintanya melatih seorang pendatang baru bernama Zhao Ritian. Pemuda berusia sembi
Explore this story ↗NOVEL · Indonesia
Saat toko roti baru saja buka di pagi hari, Gu Lin datang membeli sarapan setelah bekerja semalaman. Xu He menyapa selamat pagi seperti biasa, tetapi dari raut lelahnya menyadari bahwa hari orang tersebut sebenarnya baru
Explore this story ↗NOVEL · Indonesia
Setelah hujan, toko buku menerima sekotak catatan sejarah lokal lama. Yuan Cheng mendapati bahwa halaman yang hilang kebetulan merupakan bagian bab yang dulu ditangani Liu Yuan, lalu menghubungi mantan rekan kerja yang s
Explore this story ↗NOVEL · Indonesia
Fang Ran menemukan kartu tanda pengenal belakang panggung yang kedaluwarsa di bus terakhir, dan dari namanya mengenali Zheng Xing, rekan panggung yang dulu membantunya membereskan kekacauan pertunjukan. Ia mengira pihak
Explore this story ↗