NOVEL · Indonesia

Kafe yang Tenang · Surat 279

Xu Feng menerima surat yang meminta agar musik latar ditiadakan; pengirimnya, Xia Zhi, selalu duduk di tempat yang paling dekat dengan jendela dan awalnya adalah pelanggan yang paling jarang menyampaikan kritik. Xu Feng khawatir jam-jam tenang akan mengusir pelanggan lain, sementara Xia Zhi juga tidak ingin kebutuhannya mengabaikan kepentingan semua orang. Keduanya menguji coba pembagian jam operasional dan mengumpulkan pendapat, hingga akhirnya memberikan pengaturan yang jelas; korespondensi tertulis ini perlahan berkembang menjadi persahabatan yang mampu mengungkapkan kebutuhan berbeda secara terbuka.

Story preview · Full chapters are not available for this title yet.

More stories from the bookshelf

Browse all novels ↗
Menikah TerlambatSTORY PREVIEW

NOVEL · Indonesia

Menikah Terlambat

Narator dan ayahnya terus berdebat mengenai kencan buta: sang ayah mementingkan kondisi realistis dan khawatir putranya melewati usia menikah; sementara ia tidak rela menerima pasangan yang tidak cocok demi menuntaskan t

Explore this story ↗
Toko Bunga di Sudut Jalan · Surat 281STORY PREVIEW

NOVEL · Indonesia

Toko Bunga di Sudut Jalan · Surat 281

Saat berlatih merangkai bunga di toko bunga, Meng Ling menerima sepucuk surat ucapan terima kasih yang dikembalikan; sang penerima, Zhou Yu, mengakui bahwa dirinya telah pindah rumah, tetapi tidak menyangka Meng Ling mas

Explore this story ↗
Kehidupan Pasca-Pernikahan - Cerita Penggemar Hubungan Intim Calon Suami IstriSTORY PREVIEW

NOVEL · Indonesia

Kehidupan Pasca-Pernikahan - Cerita Penggemar Hubungan Intim Calon Suami Istri

Setelah Dong dan istrinya, Jing, menyelesaikan bulan madu mereka, penerbangan yang semula dijadwalkan menuju Shanghai terpaksa dialihkan ke Hangzhou. Ia menghubungi Qiang di bandara; persinggahan yang tak terduga ini mem

Explore this story ↗
Bangku di Tepi Pantai · Surat 283STORY PREVIEW

NOVEL · Indonesia

Bangku di Tepi Pantai · Surat 283

Di sebuah bangku tepi pantai, Fang Lan menerima surat yang diteruskan oleh Wen Yan. Dalam surat tersebut, seorang pelancong meminta agar foto yang memperlihatkan alamat tempat tinggal pribadi dalam catatan perjalanan dih

Explore this story ↗
Meminjamkan Istri 61 HariSTORY PREVIEW

NOVEL · Indonesia

Meminjamkan Istri 61 Hari

Narator yang mengelola bengkel konveksi pakaian menerima sebuah panggilan telepon dan mengetahui bahwa karyawannya, A Liang, kemungkinan mengalami kecelakaan. Di satu sisi ia mengkhawatirkan keadaan sang karyawan, di sis

Explore this story ↗
Restoran Selepas Kerja · Surat 285STORY PREVIEW

NOVEL · Indonesia

Restoran Selepas Kerja · Surat 285

Restoran yang telah tutup selepas kerja menerima sepucuk surat keluhan tulisan tangan; kepala koki Gu He mengenali tulisan tersebut sebagai milik Lin Ce, pelanggan tetap selama bertahun-tahun, namun keluhan dalam surat i

Explore this story ↗