NOVEL · Indonesia

Stasiun Menjelang Perpisahan · Undangan 215

Sebelum berangkat, Tao Ning mengundang Xu Chuan ke stasiun untuk melepas kepergiannya, tetapi Xu Chuan kebetulan harus memandu tur yang tidak dapat dibatalkan mendadak, sehingga hanya bisa menyerahkan materi rencana perjalanan kepadanya lebih awal. Tao Ning sempat menganggap ketidakhadirannya sebagai bentuk pengabaian, namun kemudian memutuskan untuk pergi melihat rute terakhir dari tur yang dipandunya. Keduanya berpamitan singkat setelah pekerjaan selesai; Tao Ning pergi ke stasiun sendirian, dan juga belajar menerima bahwa sebuah undangan yang tulus bisa memperoleh respons dalam bentuk yang berbeda.

Story preview · Full chapters are not available for this title yet.

More stories from the bookshelf

Browse all novels ↗
Toko Buku Pascahujan · Janji 217STORY PREVIEW

NOVEL · Indonesia

Toko Buku Pascahujan · Janji 217

Lin Rui berjanji untuk menyelesaikan restorasi satu jilid catatan sejarah lokal milik Yu Heng sebelum musim hujan, namun kelembapan terus-menerus memperlambat proses pengeringan; ia memutuskan datang langsung ke toko buk

Explore this story ↗
Toko Bunga di Sudut Jalan · Janji 221STORY PREVIEW

NOVEL · Indonesia

Toko Bunga di Sudut Jalan · Janji 221

Mo Zhi dan Shen Xu berjanji untuk menghabiskan waktu satu musim mengamati sisa-sisa bunga di toko bunga sudut jalan demi mencari cara pemanfaatan ulang yang stabil, namun uji coba gelombang pertama gagal akibat kesalahan

Explore this story ↗
Bangku di Tepi Laut · Janji 223STORY PREVIEW

NOVEL · Indonesia

Bangku di Tepi Laut · Janji 223

An Wei dan Xu Yan berjanji untuk mengecat ulang bangku di tepi laut setiap tahun. Tahun ini mereka mendapati bahwa papan kayunya telah membusuk dari dalam, dan lapisan cat baru tidak lagi dapat menepati janji untuk terus

Explore this story ↗
Usai Pekan Raya Kelenteng, Dewi Panggung Menarikku ke Belakang Panggung yang SepiCHAPTERS AVAILABLE

NOVEL · 简体中文

Usai Pekan Raya Kelenteng, Dewi Panggung Menarikku ke Belakang Panggung yang Sepi

Su Wanzhao memerankan dewi di pekan raya dan belum menghapus riasan ketika penonton pergi. Jiang Heng kembali mengambil payung yang tertinggal, dan ia menariknya ke belakang panggung. Peti kostum, lampu rias, dan anak ta

Open the book ↗
Stasiun Menjelang Perpisahan · Janji 227STORY PREVIEW

NOVEL · Indonesia

Stasiun Menjelang Perpisahan · Janji 227

Ye Ting dan Zhou Lin berjanji untuk bertemu di stasiun setiap kali sebelum meninggalkan kota. Kali ini rombongan teater mendadak memajukan jadwal keberangkatan, sehingga ia harus segera memutuskan antara mengejar kendara

Explore this story ↗
Toko Roti di Pagi Hari · Janji 228STORY PREVIEW

NOVEL · Indonesia

Toko Roti di Pagi Hari · Janji 228

Lin He dan Gu Qing berjanji hanya menggunakan bahan lokal untuk membuat satu varian roti sarapan. Ketika pasokan bahan utama mendadak terputus padahal brosur promosi sudah dicetak, keduanya mulai berdebat apakah akan men

Explore this story ↗