NOVEL · Indonesia
Gu Yi bertemu dengan Zhou Xu di stasiun sebelum keberangkatan; Zhou Xu membawa permohonan untuk rujuk dan rekomendasi pekerjaan di kota yang sama, sehingga dia harus membedakan apakah yang sebenarnya ingin dia tuju kembali adalah orangnya atau kehidupan yang sudah familier. Dia memutuskan untuk berangkat sesuai rencana awal, tetap mencoba pekerjaan baru dengan sungguh-sungguh, serta menunda keputusan untuk kembali menjalin hubungan sampai kedua belah pihak dapat berkomunikasi dengan tenang. Zhou Xu menyimpan kembali rute yang telah diaturnya untuk Gu Yi, menerima bahwa perpisahan kali ini tidak berarti harus segera membuktikan siapa yang lebih penting.
Story preview · Full chapters are not available for this title yet.
NOVEL · Indonesia
Ye He tiba di toko roti pada pagi hari untuk menandatangani kontrak ekspansi toko, namun Xu Chuan menunjukkan jam kerja aktual beberapa bulan terakhir dan menegaskan bahwa tim yang ada telah lama kelebihan beban, serta p
Explore this story ↗NOVEL · Indonesia
Xu Ning dan Gu Zhou terbiasa saling mengucapkan selamat malam saat turun dari bus terakhir; suatu malam Xu Ning yang sedang murung tidak merespons, namun Gu Zhou tidak mendesaknya dan hanya mengembalikan payung pinjaman
Explore this story ↗NOVEL · Indonesia
Wen Qing selalu menyisakan lampu menyala saat tutup toko untuk Song Yan yang tak kunjung pulang, hingga rasa lelah akibat bangun pagi berhari-hari membuatnya akhirnya memutuskan untuk tutup tepat waktu dan menjelaskan ja
Explore this story ↗NOVEL · Indonesia
Jiang Lin kehilangan kesadaran setelah bermain game semalaman, dan saat terbangun kembali, sekitarnya telah menjadi padang rumput luas dan pegunungan di kejauhan. Dia masih mengenakan pakaian aslinya, namun tidak menemuk
Explore this story ↗NOVEL · Indonesia
Su He masih menunggu Lu Yuan mengantarkan sisa pasokan bunga setelah toko tutup; reaksi pertamanya saat menerima kabar keterlambatan adalah tetap begadang, sampai akhirnya menyadari bahwa pesanan besok pagi dapat diseles
Explore this story ↗NOVEL · Indonesia
Ye Ning dan Lin Xu memperdebatkan draf gambar di ruang tamu di bawah lampu. Semakin larut malam, semakin sulit membedakan apakah mereka sedang membahas karya atau saling menyalahkan; ruangan yang semula hangat kini hanya
Explore this story ↗